Personel Cobra Starship Jatuh Cinta Pada Blangkon
Jakarta - Cobra Starship sangat terkesan dengan
Indonesia. Band asal New York ini tanpa sungkan mengenakan cinderamata
khas negeri ini, blangkon dan batik. Bahkan mereka mengaku menyukai
blangkon meski tidak tahu namanya.
Malam sebelum meninggalkan
Jakarta, Selasa (23/3/2010), dijadikan moment bagi Cobra Starship untuk
mencoba semua cinderamata yang diberikan penggemarnya. Satu per satu
personel band ini muncul dengan busana pilihan yang berasal dari
penggemar.
Para penggemar, malam itu, masih memenuhi arena lobi
Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, tempat menginap band
pelantun hits 'Good Girl Gone Bad' itu. Tiba-tiba saja, sekitar pukul
23.00 WIB, Ryland Blackinton sang gitaris, keluar dari kamar hotelnya
dengan mengenakan ikat kepala Jepang.
Ryland memadukan ikat
kepala yang biasa disebut hachimaki itu dengan kalung bunga anggrek.
Ryland tampak santai mengenakan kaus dan celana plus kaus kaki merah.
"Fans saya memberikan ini, bukankah ini hebat?" pamer Ryland kepada detikhot dan kru Java Musikindo.
Tidak
lama kemudian, Nate Novarro sang drummer juga muncul dengan busana yang
tidak kalah seru. Ia mengenakan batik ungu dilengkapi blangkon dan
kacamata ungu. "Para Fangster (pecinta Cobra Starship) itu
memperkenalkan kami pada Indonesia. Saya tahu ini batik dan topi ini
saya tak tahu namanya, tapi saya sangat menyukainya," tutur Nate.
Mereka
sempat menyapa para penggemarnya yang masih setia menanti di lobi.
Gabriel Saporta yang akrab disapa Gabe juga bergabung bersama. Gabe
terlihat santai dengan kaus yang dibungkus kemeja tangan panjang
kotak-kotak dan topi.
"Saya dapat baju-baju itu juga. Tapi saya cool, saya akan bergaya Amerika saja," canda Gabe.
Satu-satunya
personel perempuan di band ini, Victoria Asher, sang kibordis memilih
beristirahat di kamarnya. Alex Suarez datang tidak lama kemudian. Ia
tampak lebih pendiam di antara yang lain. Atau mungkin sang pembetot
bass itu hanya lelah. Mereka menghabiskan waktu di Lobo Cafe hingga
pukul 02.00 WIB pagi. Hari ini band asal New York itu meninggalkan
Jakarta sekitar pukul 11.00 WIB menuju Manila.
"Saya akan kembali
ke sini tiap enam bulan sekali. Indonesia ramah. Kita bisa bertemu
kalian lagi kan. Java Musikindo, saya akan terus mengingat ini," ujar
Gabe berulang-ulang.
Komentar
Posting Komentar